Hamparan Kenikmatan Dari Pemandangan Sang Bromo

0
803

Hamparan Kenikmatan Dari Pemandangan Sang Bromo – Bromo merupakan gunung yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan gunung Semeru dengan lautan pasir serta matahari yang menampakkan diri dan mulai bersembunyi kembali. Jika Anda sudah mengunjungi Jawa Timur, namun belum pernah kesini, berarti liburan Anda sama sekali belum sempurna. Silahkan nikmati senja dari punggung bukit Bromo yang mungkin akan memberi kesan terbaik untuk Anda.

ASAL USUL

Bromo berasal dari kata Brahma yang merupakan salah seorang Dewa agama hindu. Gunung api ini masih aktif serta dikenal sebagai ikon wisata Jawa Timur. Karena gunung tersebut dihuni oleh suku Tengger, mereka meyakini bahwa Bromo merupakan tempat seorang pangeran mengorbankan hidup untuk keluarganya. Maka dari itu, setiap tahun masyarakat Tengger mengadakan festival Yadnya Kasada atau Kasodo dengan mempersembahkan ayam, sayuran dan uang yang dibuang ke kawah untuk para dewa.

BROMO

Di Gunung Bromo, terdapat pasir laut seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 mdpl. Lautan pasir ini sangat mengagumkan di kala sang surya menyapukan sinarnya di pagi hari, Anda bisa melihatnya dari Cemorolawang, salah satu pintu masuk menuju lokasi, dengan amat jelas. Oleh karena itu, berkuda di sini menjadi aktifitas yang sangat menarik. Bagi para pendaki yang akan menuju ke Semeru, terdapat beberapa danau dingin dengan pemandangan berkabut yang menarik dan unik, yaitu Ranu Pani, Ranu Rego dan Ranu Kumbolo. Yang terakhir disebutkan, bisa Anda lihat di film 5 Cm.

Walaupun gunung Bromo ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia, namun memiliki panorama yang fantastis serta istimewa. Dijamin Anda akan berdecak kagum. Jadikan moment tersebut berharga dengan membawa serta keluarga dalam liburan Anda.

WISATA

Karena terdapatnya pasir laut di ketinggian yang sudah disebutkan, Anda bisa berkuda di bawahnya. Mendaki tangga dan melihat matahari terbit maupun terbenam dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 mdpl merupakan hal istimewa yang juga bisa Anda lakukan. Di sela matahari terbit, Gunung Semeru menjadi latar depan yang mengeluarkan asap dari kejauhan. Siapkan kamera untuk mengabadikan moment tersebut.

Jika Anda ingin menyaksikan upacara adat di Bromo, silahkan datang pada bulan Kasada atau ke-sepuluh dan saksikan festival Kasada tahunan, dimana masyarakat suku Tengger melemparkan sesajen ke dalam kawah gunung berapi.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Untuk mencapai gunung yang ada di Jawa Timur ini, Anda dapat menggunakan beberapa alternatif. Misalkan saja, bagi Anda yang datang dari luar kota silahkan naik pesawat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sriwijaya Air terbang dua kali sehari dari Jakarta-Malang. Setelah sampai, Anda bisa meneruskan perjalanan ke lokasi dengan travel yang sudah dipesan atau menggunakan mobil pribadi. Rutenya adalah Surabaya-Pasuruan-Wonokitri-Gunung Bromo dengan waktu tempuh selama 2-4 jam. Terdapat 3 pintu masuk lain, selain jalur di atas. Desa Cemorolawang bila lewat Probolinggo, Desa Ngadas bila dari Malang dan Desa Burno bila dari Lumajang.

Biasanya jalur yang digunakan adalah Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo dengan jarak 71 km, Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan dengan jarak tempuh 83 km, dan Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo berjarak 53 km. Namun, jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi, bisa naik 4X4 yang tersedia dan disewakan untuk Anda dan keluarga. Walaupun agak mahal, yang penting Anda bisa sampai ke lokasi. Juga lebih murah jika berangkat secara rombongan. Siapkan saja ongkos kira-kira Rp100.000-Rp250.000,-.

AKOMODASI

Kalau Anda membutuhkan penginapan untuk sekedar beristirahat, silahkan menuju ke Guesthouse yang ada di Bromo yang terletak di Ngadisari dan berjarak 3 km dari lereng kawah. Di Cemorolawang juga bisa Anda temui beberapa hotel, salah satunya adalah Cafe Lava Hotel dan Hotel Bromo Permai.

Selamat menikmati liburan Anda di Bromo, Jawa Timur dan sampai jumpa di destinasi berikutnya. Salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY