Aura Mistis di Lawang Sewu

0
554

Aura Mistis di Lawang Sewu – Lawang Sewu merupakan salah satu gedung tua yang dimiliki Indonesia dengan sejarahnya yang membuat setiap orang merinding. Apalagi setelah menonton film Lawang Sewu yang beberapa tahun yang lalu tayang di bioskop. Walaupun begitu, banyak yang penasaran ingin merasakan berada di dalam gedung tersebut. Kemistisannya, keangkerannya dan suasana yang mencekam seringkali dijadikan tempat untuk menguji nyali. Siapa berani? Anda ingin menguji nyali Anda?

RIWAYAT

Lawang Sewu merupakan gedung peninggalan Nederlands-Indisce Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada 1904-1907 serta berfungsi sebagai kantor. Berdasarkan catatan sejarah, gedung ini pernah menjadi lokasi pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan Kempetai dan Kidobutai Jepang. Pertempuran ini dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang dan berlangsung pada 14-19 Oktober 1945.Oleh karena itulah, pemerintah kota Semarang jadikan Lawang Sewu juga sebagai bangunan kuno yang pantas dilindungi.

WISATA

Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti pintu seribu. Namun, faktanya gedung dengan dua lantai ini tidak memiliki seribu pintu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang lebar dan tinggi di kedua sayapnya, sehingga masyarakat menganggapnya sebagai pintu. Dalam gedungnya sendiri terdapat beberapa ruangan yang tersebar. Gedung kosong yang telah berumur ratusan tahun ini meninggalkan cerita angker dan mistis. Sejarah dan kondisi gedungnya pun membuat bulu kuduk setiap pengunjung merinding karena menjadikan suasana di dalam gedung ikut angker dan mistis.

Saat Anda masuk dalam ruangan, Anda akan disambut dengan cahaya yang remang-remang serta udara yang pengap. Hal inilah yang membuat ruangan terasa mencekam. Namun, jika Anda benar-benar memperhatikannya, gedung ini sangat artistik dan indah. Kaca patri warna-warni dengan aksen yang unik, hasil karya seni yang luar biasa. Walaupun ruangan dalam gedung ini banyak, namun hanya satu yang bisa dibuka dan dipercaya berfungsi sebagai ruang kerja pejabat tinggi Belanda dulunya. Di sini, terdapat kamar mandi yang menyatu dengan ruangan dan balkon yang menghadap Tugu Muda.

Jika Anda bernyali besar, datanglah pukul 23.00 WIB, karena penunggu Lawang Sewu akan siap menerima Anda selama 24 jam. Pada jam tersebut, pengunjung pernah menyaksikan sosok aneh yang menampakkan diri. Yang pasti akan membuat Anda menjerit sejadi-jadinya.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Lawang Sewu terletak di Bundaran Tugu Muda yang dulu disebut Wilhelmina Plein. Letaknya sendiri berada di tengah kota Semarang. Dengan begitu, sangat mudah untuk aksesnya, baik melalui jalur darat ataupun udara. Jika Anda dari Jakarta, langsung saja ke Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Ahmad Yani Semarang dengan Sriwijaya Air, Garuda, Lion Air atau Batavia Air. Atau bisa juga dengan kereta api Jakarta-Semarang dengan Argo Bromo Anggrek, Kamandanu, Argomuria atau Gumarang. Dari bandara dan stasiun Anda bisa menggunakan taksi atau ojek dengan ongkos sekitar Rp10.000-Rp25.000,-.

Pilihan lain adalah menggunakan bus dari Jakarta-Semarang. Kalau Anda pergi di siang hari, naik saja bus AC dari terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur atau Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat. Bus malam dengan AC juga tersedia, seperti Rosalia Indah, Kramat Jati, dan Raya. Untuk keseluruhan ongkos, siapkan saja uang sekitar Rp600.000,-.

Sekian wisata di Lawang Sewu, semoga Anda bisa bernyali besar setelah mengunjunginya. Salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY