Benteng Indra Patra, Warisan Bersejarah Kesultanan Aceh

0
788

Benteng Indra Patra, Warisan Bersejarah Kesultanan Aceh – Benteng Indra Patra didirikan oleh kerajaan Hindu pertama di Aceh (Kerajaan Lamuri) pada masa sebelum kedatangan islam di kota tersebut. Bangunan yang didirikan pada abad ke-7 Masehi tersebut dibangun dalam posisi yang strategis, karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Benteng ini berfungsi sebagai pertahanan dari serangan armada Portugis sekaligus pada masa Sultan Iskandar Muda digunakan sebagai pertahanan Kerajaan Aceh Darussalam.

 

MENGENAL WARISAN TERSEBUT

Ketika Anda melewati jalan sepanjang timur Banda Aceh menuju pelabuhan Malahayati, akan terdapat beberapa situs bersejarah, salah satunya adalah Benteng Indra Patra ini. Benteng ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama seluas 70×70 meter persegi, yang terdapat perumahan barak tentara di dalamnya serta dua sumur tertutup yang masih jernih airnya. Bagian kedua berukuran 35×35 meter persegi lebih mendekati laut sebagai tempat meriam untuk menyerang kapal musuh.

 

MENGELILINGI BENTENG

Terdapat empat benteng, namun hanya 2 saja yang masih bagus. 3 benteng membentuk rangkaian segitiga seolah melindungi Teluk Krueng Raya dari armada asing. Bangunan ini terlihat canggih dan istimewa sesuai masanya. Untuk mencapai bagian dalam benteng, Anda harus memanjatnya. Pada benteng utama terdapat 4 stufa yang menyerupai kubah. Di benteng kedua ada 3 bunker pertahanan sebagai tempat penyimpanan senjata. Ada pula 11 lubang kecil sebagai pengintai, namun sekarang sudah ditutup karena direnovasi pasca tsunami.

 

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Benteng ini berlokasi di dekat pantai Ujong Batee, Ladong, Masjid Raya, Aceh Besar. Sekitar 19 km dari Banda Aceh jaraknya. Tidak ada angkutan khusus untuk menuju ke lokasi tersebut. Namun, jika Anda ingin menggunakan angkutan umum, lebih baik memilih labi-labi dengan jurusan Banda Aceh-Krueng Raya dengan lama perjalanan 40-50 menit, tarif sekitar Rp10.000-Rp30.000,-. Kalau Anda menggunakan kendaraan pribadi bisa sampai dalam waktu 35-40 menit.

 

KELILING DAN KULINER

Di Aceh terdapat berbagai rumah makan dengan kuliner yang dipengaruhi Minangkabau, Persia dan India. Anda harus mencicipi kari kambing, ayam tangkap, kuah pli’u, mie Aceh dan masam keeung yang merupakan makanan khas Aceh. Ada beberapa rumah makan yang direkomendasikan: Tapaktuan Lokasi dekat simpang Kedai Aru (pusat kota Banda Aceh). Rumah Makan Cut Dek KM 4, Jalan Raya Banda Aceh-Lambaro. Restoran Adem Ayem Transmigrasi Kota Jantho, Aceh Besar.

HOTEL DAN AKOMODASI

Di sekitar benteng tidak ada penginapan untuk beristirahat Anda. Namun, di Banda Aceh atau lebih dekat di Aceh besar, Anda dapat memilih berbagai akomodasi yang tersedia. Hotel SultanJl.T.Umar No.439 Aceh Besar Telp.0651-41983, Internasional HotelJl.Prof.A.Majid Ibrahim II No.3 Aceh Besar Telp.0651-22788, Pojok IndahJl.Tentara Pelajar No.12 Aceh Besar. Silahkan memilih yang sesuai dengan keinginan Anda.

Mendalami sejarah memang diperlukan. Agar kita tahu seberapa besar pengorbanan yang dilakukan bangsa ini beberapa abad yang lalu. Oleh karena itu, disediakanlah objek wisata sejarah untuk mempelajarinya. Tidak rugi Anda mengunjungi benteng ini karena disinilah Anda mendapat ilmu yang berarti untuk masa depan Anda sendiri. Selamat berlibur dan salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY