Berwisata Ke Lembah Baliem dan Penduduknya

0
909

Berwisata Ke Lembah Baliem dan Penduduknya – Papua memiliki banyak eksotisme dari beberapa wilayah yang banyak terdiri dari beberapa suku. Salah satu tempat yang banyak dihuni oleh jenis suku ialah Lembah Baliem yang terletak di Desa Wosilimo yang dekat dengan Wamena yang berjarak 27 km. suku yang menduduki desai Wosolimo tersebut ialah Suku Dani dan juga bertetanggaa dengan Suku Lani dan Suku Yali. Lembah Baliem merupakan lembah yang terdapat di dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1600 meter diatas permukaan laut, dimana dengan ketinggian tersebut suh dimalam hari mencapai 10-15 derajat celcius. Dengan beberapa suku yang mendiami lembah ini, maka dikenal dengan sebutan Grand Baliem Valley yang berada di pegunungan Jayawijaya.

Sejarah

Sebelum membicarakan lebih dalam tentang eksotisme Lembah Baliem, maka sebaiknya kita mengetahui sejarah dari Lembah Baliem dengan detail. Lembah Baliem ini seperti lembah yang muncul dengan sendirinya, hal tersebut  karena pada  tanggal 23 Juni 1938 seorang peneliti dari Amerika, Richard Archbold dengan tidak sengaja menemukan Lembah Baliem tersebut. Penemuan yang tidak disengaja tersebut saat Richard melakukan penerbangan menggunakan pesawat terbang PBY Catalina 2 yang bernama Guba II. Archbold.  Richard menemukan lembah tersebut dengan populasi yang besar pertaniannya. Dengan perkembangan zaman maka lembah ini menjadi banyak dikenal oraang atau wisatawan yang akhirnya hingga saat ini Lembah Baliem digunakan untuk pariwisata yakni dengan adanya festival Lembah Baliem.

Kebudayaan

Yang dimaksud dengan Festival Lembah Baliem ini merupakan salah satu acara yang ada di Lembah Baliem tersebut yang dilakukan selama tiga hari dan pelaksanaannya bertepatan dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam acara Festival Lembah Baliem tersebut ialah adanya scenario yang awalnnya pemicu perang seperti penculikan warga, penyerbuan ladang yang baru dibuka, dan pembunuhan anak suku. Dengan adanya pemicu dalam perang tersebut, maka terjadi balas dendam sehingga penyerbuan terus dilakukan. Namun dari melihat scenario balas dendam permusuhan tersebut memiliki makna yang bagus yakni Yogotak Hubuluk Motog Hanoro yang berarti Harapan Akan Hari Esok yang Harus Lebih Baik dari Hari ini.

Dari melihat adanya perkembangan zaman yang megakibatkan Lembah Baliem tersebut menjadi suatu tempat pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan, namun dari penduduk suku yang ada di Papua tetap kuat dengan pendiriannya yang mempertahankan adat istiadat dan tradisi yang dimiliki suku mereka. Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan ialah pakaian pria suku Dani yang hanya menggunakan penutup kemaluan atau yang sering dikenal orang yakni Koteka. Selain itu juga memakai penutup kepala dari bulu cedrawasih atau kasuari. Sedangkan bagi wanita memakai pakaian seperti rok yang terbuat dari serat pakis atau rumput yang diberi nama Sali. Tradisi yang sudah lahir dari zaman dahulu menurut mereka tidak boleh untuk diganti atau tetap dipertahankan.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY