Berwisata Sambil Belajar Menambang di Museum Timah

0
533

Berwisata Sambil Belajar Menambang di Museum Timah – Bangka berasal dari kata wangka yang berarti timah. Kota ini memang sudah ditakdirkan tidak bisa terpisah dari barang tambang tersebut. Museumnya yang memiliki nilai sejarah pun saat ini dijadikan tempat wisata edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat. Penasaran bagaimana cerita di baliknya?

SEJARAH

Penambangan timah sudah berkembang di Bangka sejak tahun 1858. Dengan ditemukannya benda tambang tradisional, memicu terbentuknya pembangunan museum yang sekaligus menjadi dokumentasi atas sejarah penambangan di Bangka yang pernah berjaya di beberapa tahun silam.

Museum Timah pada awalnya adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning. Bahkan dulunya pernah dijadikan lokasi perundingan Komisi Tiga Negara yang berujung penyerahan kedaulatan RI pada 1949. Museum ini sendiri baru didirikan pada 1958 dan merupakan museum timah satu-satunya di Indonesia dan Asia. Namun, tempat ini baru diresmikan di tahun 1997. Saat ini museum tersebut dikelola oleh PT. Tambang Timah Tbk.

MUSEUM TIMAH

Walaupun potensi timah yang ada di Bangka semakin terkikis karena dieksploitasi secara terus menerus hingga zaman penjajahan, usaha dan kenangan yang ada telah menjadi sejarah yang patut diingat sepanjang masa di Museum Timah. Setelah renovasi dan penambahan koleksi baru, pengunjung yang datang ke museum ini semakin bertambah. Tata letaknya yang teratur menjadikan mereka lebih gampang menikmati benda-benda bersejarah yang ada.

Lokomotif untuk mengangkut timah dapat Anda temui di halaman museum. Di dalamnya pun Anda bisa mempelajari sejarah penambangan timah sejak masa Kesultanan Palembang. Berbagai peralatan, mulai dari alat praktek penambangan yang tradisional sampai yang modern di zamannya, berupa bor tusuk atau ciam yang berguna untuk mengangkat sample lapisan tanah dapat Anda temukan di sini. Centong kayu untuk mengambil air serta biji timah, belincong yang terbuat dari batu dan kayu untuk menambang timah dan juga stempel balok timah kepunyaan Mijnbow Maatschappij Biliton merupakan koleksi lain yang sangat menarik untuk ditelusuri. Yang terakhir disebutkan adalah peninggalan dari masa Belanda untuk memberi merk pada balok timah produksi perusahaan tersebut.

Untuk memanjakan Anda, sudah tersedia foto dan dokumentasi kegiatan penambangan yang dipajang di museum. Mulai dari foto yang memperlihatkan proses penambangan secara manual dengan tenaga manusia yang kulinya berasal dari dataran China yang memang terkenal dengan penambang ulungnya.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Museum Timah terletak di Jalan Ahmad Yani No.179, Pangkalpinang. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil untuk sampai di museum ini. Tarif yang dikenakan untuk Anda biasanya Rp300.000 lengkap dengan supir perharinya. Kalau naik ojek, silahkan negosiasi dengan tukang ojeknya mengenai tarif yang harus dibayar.

Sembari mempelajari keunikan sejarah di Museum Timah, Anda pun bisa berfoto-foto ria sebagai bukti bahwa Anda pernah ke tempat ini. Nah, selamat berlibur dan salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY