Objek Wisata Dalam Loka – Museum Bercirikan Islam

0
990

Objek Wisata Dalam Loka – Museum Bercirikan Islam – Tanah samawa, begitulah sebutan lain bagi Sumbawa. Pulau yang terletak di nusa tenggara barat (NTB) ini terbagi menjadi dua kabupaten , yaitu Sumbawa dan Sumbawa barat. Pulau Sumbawa sendiri sudah ada di Indonesia sejak zaman dinasti Dewa Awan Kuning (tahun 1350-1389) dengan corak kerajaan hinduistis. Corak hindu pada pulau Sumbawa berangsur hilang sejak Raja Dewa Majaruwa (Raja  Dinasti Dewa Awan Kuning ) masuk islam akibat menjalin kerja sama dengan kerajaan demak. Pada tahun 1623 kerajaan Dewa Awan Kuning berhasil dikuasai oleh Kerajaan Goa. Sejak saat itu kekuasaan kerajaan dewa awan kuning berpindah pada dinasti dewa dalam bawa. Kerajaan ini berkuasa selama 3 abad dan menyisakan sebuah bangunan sejarah bernama dalam loka.

Dalam loka dibangun pada tahun 1885 tepatnya pada masa sultan ke 16 dinasti dewa dalam bawa yang bernama Sultan Muhammad Jalaluddin Syah.  Awalnya, Istana Dalam Loka dijadikan sebagai tempat tinggal raja dan juga keluarganya. Namun  Fungsi itu berubah menjadi wisma bupati Sumbawa  setelah dibangunnya  istana baru pada tahun 1932. Karena kondisinya yang tak terawat, pada tahun 1979 – 1985 dipugar oleh departemen kebudayaan. Akhirmya pada tahun 1993 istana dalam loka diresmikan sebagai museum dalam loka untuk mengenang kejayaan kesultanan sumbawa.

pada tahun 2001 dalam loka dipugar kembali dengan bantuan dana dari proyek pelestarian sejarah dan purbakala nusa tenggara barat yang bekerja sama dengan  pemerintahan Jepang. Proses pemugaran dilakuykan kembali pada tahun 2011, namun proses revitalisasi masih harus berlangsung hingga kini karena terlalu banyak kerusakan yang ada.

Keunikan istana dalam loka Sumbawa

Istana dalam loka memiliki keunikan dalam segi design dan juga ornamennya. Istana berbentuk rumah pangung dengan luas bangunan 904 m persegi ini memiliki ciri agama islam yang sangat kental. Terbukti dengan adanya asmaul khusna ( 99 sifat wajib ALLAH SWT ) yang dilambangkan oleh 99 tiang penyangga istana dalam loka. Rumah tempat raja Sumbawa ini juga memiliki filosofi “ adat berenti ko syara, syara barenti ko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat dan juga nilai-nilai dalam kehidupan sehai hari  tau Samawa (sebutan untuk masyarakat Sumbawa) harus dilandaskan  syariat Islam.  Jadi jelas bahwa kerajaan Sumbawa saat itu sangat memperhatikan ajaran islam dan menjadikannya sebagai titian hidup. Selain itu, berkunjung ke bala loka juga dapat membantu anda mengetahui kecerdasan arsitek zaman dulu yang bernama Imam Haji Hasyim . imam haji hasym membangu Istana dalam loka menggunakan system baji yang memiliki kelenturan tinggi, sehingga aman walaupun terjadi gempa.  Diluar kompkes museum dalam loka anda jug adapt melihat kebun istana (kaban alas), gapura atau tembok istana (bala buko), rumah jam (bala jam) dan tempat untuk lonceng istana. Bangunan ini dibangun dari kayu jati yang berasal dari hutan jati imung dan atap terbuat dari seng yang di import dari singapura..

Cara menuju museum dalam loka

Untuk menuju museum dalam loka sangat mudah karena lokasinya yang berasa di pusat kota Sumbawa besar. Anda bisa menggunakan jasa angkutan umum kearah alun alun kota Sumbawa besar. Disekitar alun alun kota inilah museumdalam loka berada.

Sebelum pergi anda harus tahu mengenai tips wisata ke museum dalam loka. Sebaiknya anda mengunakan jasa guide yang ada di sekitar museum dalam loka. Hal ini dimaksudkan agar anda dapat mengetahui lebih detai tentang benda sejarah yang ada dalam museum dalam loka.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY