Wisata Budaya Desa Poto

0
563

Wisata Budaya Desa Poto – Desa poto merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan moyo hilir. Desa poto banyak dikunjungi warga asing lantaran kelestarian budayanya. Diera yang serba modern saat ini, masyarakat desa poto masih menjunjung tinggi budaya seperti tenun tradisional,  membuat gerabah, pacuan kuda dan pacuan kerbau.

Mengunjungi desa poto berarti menyaksikan juga kearifan lokal indonesia dengan penduduk yang ramah. Rumah penduduk desa poto selalu terbuka bagi siapapun (baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara) yang ingin belajar budaya indonesia. Warga desa poto tak akan segan mengajari para wisatawan untuk menenun kain, membuat gerabah dan tari-tarian tradisional desa poto.

Keuntungan Berkunjung

Banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh ketika berwisata ke desa poto. Selain menikamati alam yang hijau dan suasana yang tenang, Di desa ini anda bisa melakukan berbagai hal seperti, belajar membuat gerabah, belajar menenun sarung adat, karapan kerbau, karapan kuda dan juga menyaksikan pesta ponan. Diantara sekian banyak tradisi, biasanya turis asing sangat antusias dalam pelaksanan pesta ponan dan karapan kerbau.

Pesta ponan adalah sebuah ritual adat warga desa poto untuk mensyukuri nikmat dan juga memohon kelimpahan hasil panen. Pesta ponan dilakukan di suatu bukit bernama ponan yang berada di tengah lahan persawahan atau sering juga disebut sebagai oro rea desa. Warga meyakini dengan melakukan ritual ponan sawah mereka akan menghasilkan hasil melimpah dan juga jauh dari serangan hama penyakit. Ponan sendiri sudah dilakukan sejak abad ke 15 masehi. Tradisi ponan berawal dari sebuah kisah turun menurun mengenai sosok haji batu.

Haji batu atau Abdul Ghafur adalah tetua desa poto yang dianggap memiliki kharomah. Pada masa hidupnya haji batu atau abdul Ghafur pernah berpesan agar jika ia meninggal, warga bersedia memakamkannya di bawah pohon magga po’ (sebutan warga desa untuk salah satu jenis mangga). Dalam bahasa sumbawa pesan tersebut berbunyi “kuber ku pang baw puen po’ nan”. Kata po’ nan ini lah yang selanjutnya digunakan warga desa untuk menyebut tradisi ponan.

Jika berkunjung ke desa ini anda juga dapat melihat alasan mengapa desa ini tetap lestari. Pada tradisi ponan, para wanita akan menyiapkan berbagai macam makanan tradisonal. Makanan yang disajikan tidak boleh digoreng, melainkan harus direbus atau di panggang. Pembungkus makanan makanan ini juga tidak boleh menggunakan kertas atau plastik. Makanan harus dibungkus menggunakan dedaunan seperti pisang dan kelapa. Untuk alasan inilah warga yang sebelumnya membiarkan halamannya kosong, mulai menanami halaman mereka dengan pisang dan juga kelapa sehingga lingkungan tetap lestari. Sayangnya pesta ponan tak lagi dilakukan 3 kali dalam setahun, melainkan hanya sekali dalam setahun. Yaitu sekitar bulan Februari pada minggu ke dua atau ketiga.

Hal lain yang bisa anda saksikan di desa poto adalah karapan kerbau. Aktifitas ini biasa dilakukan warga di sawah yang sudah tidak terpakai atau di sungai pada musim hujan.

Lokasi Dan Tips

Akses lokasinya cukup mudah. Untuk mencapai desa poto cukup mudah, letaknya yang hanya berjarak 13 km dari sumbawa besar memungkinkan anda menjangkau tempat ini menggunakan mobil ataupun motor. Jika anda tidak membawa kendaraan pribadi, anda juga dapat menuju desa poto menggunakan angkutan umum atau ojek yang beroperasi setiap hari.

Tips berwisata di desa poto. Jika ingin mengunjungi desa poto baiknya anda berkunjung saat musim hujan agar dapat menyaksikan berbagai ritual warga desa menjelang musim panen padi.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY