Hangatnya Budaya Kerajaan di Keraton Yogyakarta

0
422

Hangatnya Budaya Kerajaan di Keraton Yogyakarta – Keraton Yogyakarta merupakan kompleks besar yang dirancang sebagai cerminan kosmologi Jawa. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur tradisional Jawa yang tidak ada bandingannya. Paviliunnya dibangun menurut kepercayaan kuno dan masing-masing fitur kompleks, seperti halaman sampai pepohonan memiliki arti simbolis khusus yang berkaitan dengan filsafat Jawa. Bagi Anda yang ingin menyaksikan dan menikmati suasananya, silahkan datang ke Yogyakarta.

SEJARAH

Bangunan ini dirancang dan dibangun secara bertahap sampai tahun 1790. Keraton ini dibangun menghadap ke arah utara Gunung Merapi. Di bagian selatannya berbatasan dengan Samudera Hindia yang dipercaya sebagai tempat tinggal Nyi Loro Kidul, Ratu Laut Selatan yang dianggap sebagai permaisuri mistis sultan. Pada awalnya, Jalan Malioboro digunakan sebagai rute upacara dan membentuk sebuah garis lurus yang ditarik dari istana ke Gunung Merapi.

Istana yang dirancang lebih dari sekedar tempat tinggal kerajaan ini juga menjadi titik pusat kegiatan sultan. Sekarang, Keraton merupakan bagian dari sejarah hidup dan tradisi masyarakat Jawa. Dan digunakan sebagai acara kebudayaan serta upacara penting Keraton Yogya. Sultan Hamengkubuwono X tetap menjadi penguasa dan pemilik gelar Sultan Yogya meskipun kota tersebut telah menjadi salah satu provinsi yang istimewa. Selain menjadi Sultan, beliau juga sekaligus menjadi gubernur provinsinya.

WISATA

Anda dapat berjalan-jalan di sekitar istana dan merasakan aura yang sejuk dan memberi ketenangan. Di pintu masuk utamanya, terdapat sebuah penghalang besar atau biasa disebut baturana yang dirancang untuk mencegah roh jahat masuk. Di dekat istana, Anda akan berjalan melalui paviliun atau pagelaran tempat kementrian sultan serta pasukannya berkumpul. Saat ini ruangan tersebut digunakan untuk pertunjukan musik dan teater pada acara-acara khusus. Di belakangnya, terdapat Siti Hinggil atau tanah yang dipertinggi untuk penobatan raja. Sebagian besarnya merupakan bangunan dengan ruang terbuka di sampingny serta dihiasi pilar-pilar berukir hiasan yang indah. Bangsal Kencono merupakan paviliun bertahtakan emas yang menjadi contoh kesenian Jawa yang mencerminkan keragaman agama dan budaya daerah.

Di bagian selatan dan timur halaman terdapat kamar serbaguna yang salah satunya digunakan untuk mempersiapkan teh sultan setiap hari. Paviliun lainnya digunakan sebagai pengadilan. Anda akan melihat laki-laki dan perempuan mengenakan kostum tradisional sedang wara-wiri, menjadi pemandangan yang mengesankan. Sebelum Anda pergi, jangan lupa melihat kereta kerajaan yang dipajang di kandang Rotowijayan dengan hiasan indah yang merupakan hadiah dari Belanda.

Anda juga bisa melihat sebuah alun-alun yang menghadap istana dengan pohon beringin besar di tengahnya. Di belakang istana juga terdapat alun-alun yang serupa. Ketika sultan meninggal, maka diadakan arak-arakan mulai dari gerbang selatan menuju ke makam para raja di Imogiri menggunakan kereta Kyai Rotopraloyo.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Keraton ini terletak di pusat kota Yogyakarta serta dapat dicapai dengan mudah oleh taksi, becak, andong maupun bus yang banyak ditemukan. Anda bisa menuju ke halte Trans Jogja jika ingin menaiki angkutan tersebut. Namun, ingat, sebelum menuju ke tujuan, sebaiknya Anda bertanya kepada petugas yang ada. Karena, jika tidak satu jalur, Anda harus berpindah-pindah Trans Jogja sampai beberapa kali. Ongkosnya sekitar Rp3.500-Rp7.000. Kalau Anda naik taksi, ongkosnya sekitar Rp25.000.

JADWAL BUKA

Istana ini dibuka untuk pengunjung pada pukul 08.30-12.30, kecuali hari Jumat-Sabtu tutup pada 11.00. Di sepanjang minggu, Anda bisa melihat latihan gamelan dan tarian tradisional. Minggu terakhir setiap bulan diadakan pertunjukan wayang kulit di istana.

Itu tadi merupakan info wisata dari Keraton Yogyakarta. Jangan lupa untuk memakai pakaian yang rapi ketika berkunjung di sana dan usahakan melepas topi ketika memasuki kawasan istana. Salam ransel dan selamat berlibur!

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY