Liburan Tak Sekelam di Taman Wisata Bukit Kelam

0
1034

Liburan Tak Sekelam di Taman Wisata Bukit Kelam – Walaupun namanya Bukit Kelam, tempatnya tidak semenakutkan seperti yang Anda pikirkan. Pesona keindahan dan pemandangan di tempat ini akan menghipnotis Anda. Apalagi berpadu dengan udaranya yang sangat segar. Kenikmatan berlibur di tempat yang jauh dari hiruk pikuk, ya ke Bukit Kelam ini. Coba saja berkunjung ke sana, dan buktikan sendiri sensasinya.

SEJARAH

Legenda tempat wisata ini berkaitan dengan Bujang Beji dan Tumenggung Marubai, dimana menceritakan bahwa kedua tokoh tersebut merupakan ketua dari masing-masing kelompok nelayan di Sintang. Bujang Beji menguasai daerah Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai di Sungai Melawi. Bujang iri melihat Marubai yang selalu mendapat ikan lebih banyak, oleh karena itu dia berencana jahat untuk menutup aliran sungai Melawi.

Kemudian Bujang pergi ke Kapuas hulu untuk mengangkat batu besar yang ada di bukit Nanga Silat. Tapi, ketika sampai di persimpangan antara Sungai Kapuas dan Melawi, ia mendengar suara cekikikan para dewi khayangan yang tengah melihatnya mengangkat batu besar itu. Tanpa sadar ia salah langkah dan menginjak duri tanaman beracun. Baru setelah itu, batu tersebut terlepas dan terbenam di suatu tempat yang bernama jetak. Batu tersebutlah yang lama kelamaan tumbuh menjadi Bukit Kelam.

TAMAN WISATA BUKIT KELAM

Bukit Kelam memiliki ketinggian kurang lebih 900 meter di atas permukaan laut. Luas wilayahnya mencapai 520 hektar. Taman wisata ini sangat cocok dijadikan sebagai pilihan wisata bersama keluarga dan teman-teman. Di sini Anda bisa melihat berbagai jenis tanaman langka yang jarang ditemui di tempat lain, seperti tanaman meranti, tengkawang, bangeris, kebas-kebas dan kantong semar. Selain itu, Anda bisa melihat aneka hewan langka, contohnya beruang madu, kelelawar, trenggiling, burung alap-alap, serta masih ada hewan lainnya yang mungkin akan membuat Anda berdecak kagum.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Taman Wisata Bukit Kelam terletak di sebelah timur kota Pontianak, atau lebih tepatnya berada di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang yang berjarak kurang lebih 395 dari Pontianak. Kalau dari ibukota kabupaten Sintang, jaraknya hanya sekitar 19 km. Lokasinya memang sedikit masuk ke timur, namun tenang saja, jalan untuk menuju ke Bukit Kelam sangat mulus. Jadi, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat untuk sampai ke sana. Baik angkutan umum, kendaraan pribadi maupun bus travel bisa digunakan sebagai sarana transportasi untuk ke sana.

Dari kota Sintang, Anda akan menghabiskan waktu sekitar 30-40 menit. Bagi Anda yang berasal dari luar provinsi, bisa langsung ke Sintang tanpa harus menuju Pontianak terlebih dahulu, sebab sudah ada akomodasi berupa pesawat dan juga bus Damri lintas provinsi. Tarif pesawatnya tergantung dari masing-masing maskapai penerbangan, sedangkan untuk bus lintas provinsi, Anda bisa menyiapkan ongkos sekitar Rp200.000-Rp400.000,-.

FASILITAS

Buat Anda yang datang ke objek wisata ini menggunakan kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena di sini terdapat area parkir yang cukup luas dan aman. Selain itu, ada juga fasilitas berupa sebuah tangga yang terbuat dari besi untuk memanjat ke atas bukit. Bagi yang tidak memanjat, telah disediakan fasilitas kolam renang dan lapangan tenis untuk berolahraga di alam terbuka sembari menikmati pemandangan bukit yang indah. Di sekitar tempat wisata ini, tersedia juga lokasi untuk areal perkemahan. Jadi, Anda bisa menikmati petualangan menginap di alam terbuka sambil mengagumi pemandangan Bukit Kelam di malam hari.

BERWISATA

Yang namanya bukit tentu saja harus didaki. Kalau Anda mendakinya sampai ke puncak, Anda akan menemukan beberapa gua alam yang saling tersambung satu sama lain di bagian terdalamnya. Gua ini juga dijadikan sarang bagi populasi burung walet. Dari atas puncak, Anda bisa melihat pemandangan indah kota Sintang yang letaknya diapit Sungai Kapuas dan Melawi, serta hamparan sawah yang membentang hijau di depan mata. Bahkan jika musim hujan, akan ada sebuah air terjun kecil yang terbentuk karena aliran air dari atas bukit ini. Anda juga bisa mengagumi rimbunnya hutan tropis yang berada tepat di sekitar objek wisata ini.

Sedikit peringatan untuk Anda. Tangga yang disiapkan di lokasi bukan untuk dinaiki seperti tangga pada umumnya, namun untuk memanjat. Jadi, tidak dianjurkan bagi anak-anak yang masih di bawah umur serta bagi Anda yang belum punya cukup keberanian dan fisik yang kuat. Karena ditakutkan terjadi apa-apa ketika sudah sampai di tengah jalan. Salam ransel!

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY