Mempelajari Sejarah Masa Lampau di Trowulan Majapahit

0
965

Mempelajari Sejarah Masa Lampau di Trowulan Majapahit – Objek wisata ini merupakan tempat untuk menampung berbagai situs sejarah dari kerajaan Majapahit. Di museumnya, terdapat dua ruang yaitu ruang pamer untuk memamerkan artefak kecil seperti prasasti, senjata dan mata uang. Lalu pendopo juga menjadi ruang pamer artefak berat, seperti arca, relief dan lain-lain. Anda bisa menjajaki dan memperlajari sejarah Majapahit dari sini.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Museum atau situs sejarah ini berada di sebuah dataran Gunung Penanggungan, Welirang dan Anjasmoro, tepatnya di sekitar delta Sungai Brantas. Jaraknya sekitar 10 km sebelah barat daya Mojokerto atau 60 km barat daya Surabaya. Dengan perjalanan sekitar 1 jam dari Mojokerto menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, Anda sudah bisa sampai di lokasi. Alternatif yang bisa Anda gunakan adalah naik kereta api dari Jogja-Mojokerto sekitar 6 jam. Kemudian dari Stasiun Mojokerto, Anda bisa menuju Terminal Bus Kertajaya Mojokerto dengan angkutan umum. Dari situ, naik becak atau ojek saja dengan tarif Rp20.000 atau berjalan kaki sekitar 1 jam. Terminal busnya pasti melewati Jalan Raya Trowulan, nah Anda cukup membayar Rp3.000 saja dengan waktu tempuh 15 menit. Museumnya ada di wilayah Dusun Trowulan dan dapat dicapai dengan semua transportasi.

Jika Anda naik bus dari Surabaya, pilih jurusan ke terminal Mojokerto atau langsung turun di Trowulan. Kalau Anda turun di terminal, naik angkot saja ke Trowulan setelah itu bisa naik ojek menuju ke beberapa candi yang berjarak 3 km tersebut. Ongkosnya sekitar Rp3.000 untuk angkutan umum dan Rp10.000 untuk ojeknya.

SEJARAH

Kerajaan Majapahit dari masa abad XIII-XV Masehi merupakan kerajaan besar dan terkenal yang ada di Jawa Timur. Tempat itu merupakan situs yang memiliki luas 99 km2 , dengan ratusan ribu peninggalan arkeologis. Untuk membangkitkan imajinasi Anda tentang kehidupan yang terjadi selama masa kerajaan tersebut, Anda bisa datang ke Trowulan. Disini Anda bisa mengetahui peradaban di masa Majapahit, mulai dari sistem pemerintahan, perdagangan dan hubungan luar negeri serta yang lainnya. Situs ini pertama kali muncul dalam literatur berjudul History of Java I yang ditulis Sir Stamford Raffles tahun 11817. Menurutnya nama Trowulan berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan.

MUSEUM TROWULAN

Museum Trowulan merupakan tempat informasi dari semua situs purbakala yang amat luas. Letaknya tak jauh dari kolam Segaran. Anda dapat menemukan gambaran kejayaan Majapahit disini yang tersaji secara sistematis. Anda bisa melihat berbagai benda-benda purbakala berupa koleksi benda terakota, keramik, batu, logam, dan alat-alat yang digunakan pada masa kerajaan. Museum ini memang bertujuan untuk memuat artefak hasil penelitian arkeologi di sekitar Trowulan. Fasilitas seperti toko souvenir dan cafetaria bisa ditemukan di sini.

WISATA

Untuk menikmati situs yang ada di Trowulan ini Anda mungkin membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Terdapat banyak sekali situs seperti Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Museum Trowulan dan masih banyak lagi. Anda bisa mengunjungi Candi Brahu yang merupakan lokasi Ngaben di masa Kerajaan Majapahit juga Candi Tikus yang menjadi bangunan pertirtaan yang memiliki puluhan pancuran. Candi ini ditemukan bentuknya seperti tempat pemandian putri kerajaan yang disebut dinuk atau kesayangan. Candi Bajang Ratu mirip seperti Gapura Wringin Lawang dan tampak indah dengan taman bunga warna-warni. Candi ini ialah tempat penobatan Jayanegara sebagai ratu saat masih kecil. Ada pula kolam Segaran Majapahit yang sampai saat ini masih dialiri air bak telaga di tengah kota. Candi Kedaton situs yang masih misteri yang sampai sekarang belum ditemukan pemecahan sejarahnya. Pendopo Majapahit yang merupakan pusat kerajaan. Di belakangnya terdapat batu miring yang merupakan tempat Patih Gajahmada membaca ikrar “Sumpah Palapa” dan di belakangnya adalah tempat pertapaan sekaligus makam Raden Wijaya. Di pendopo ini sering diadakan Prosesi Grebeg Suro dengan berbagai pentas seni tiap tahunnya.

Demikianlah liburan di Trowulan. Selamat berjalan-jalan dan belajar tentang sejarah di sana. Sampai jumpa dan salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY