Menengok Kehidupan Keluarga Sultan di Istana Kadriyah

0
565

Menengok Kehidupan Keluarga Sultan di Istana Kadriyah – Asal usul kota Pontianak berkaitan erat dengan Keraton atau Istana Kadriyah. Kadriyah adalah istana terbesar yang ada di Pontianak. Istana ini merupakan salah satu bangunan yang bernilai historis tinggi dan berasal dari masa kesultanan Pontianak.

SEJARAH

Istana terbesar di Pontianak ini dulu didirikan oleh Sayyid Syarif Abdurrahmah Alkadri pada 1771 Masehi. Saat itu beliau masih muda dan merupakan pedagang yang sering bekerja sama dengan saudagar dari berbagai negara. Beliau sering mengunjungi berbagai daerah di Nusantara dan setelah membangun istana tersebut, dirinya dinobatkan sebagai sultan pertama di kota Tugu Khatulistiwa ini.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Istana ini berada di pinggiran antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak, Pontianak, Kalimantan Barat. Tepatnya berada di Kampung Dalam, Tanjung Hilir, Pontianak Utara. Jaraknya dari tepi sungai kurang lebih sekitar 100 meter. Lokasinya sangat strategis, yakni tidak jauh dari pusat kota sehingga tidak akan sulit untuk menemukannya. Untuk mencapai lokasi, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Alternatif pertama, yaitu kendaraan pribadi, bisa dicapai melalui rute Pontianak-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Tanjung Pura-Belok Kanan-Simpang 4 Lampu Merah-Belok Kiri-Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Tanjung Raya-Belok Kiri-Gerbang Istana Kadriyah. Mudah, bukan? Nyalakan saja GPS Anda atau bisa bertanya kepada warga sekitar.

Angkot berwarna putih dengan jurusan Siantan Hilir berangkat dari terminal Kapuas-Jalan Perintis Kemerdekaan. Selanjutnya dari situ Anda bisa menggunakan ojek atau becak untuk sampai ke lokasi dengan ongkos sekitar Rp10.000-Rp25.000,-. Angkot lain berwarna kuning jurusan Sungai Raya, angkot  biru tua jurusan Penjara-Kapuas atau angkot hijau muda jurusan Sungai Jawi bisa pula Anda gunakan.

ISTANA KADRIYAH

Istana yang berdiri di tepi sungai Kapuas dan Sungai Landak ini memiliki ukuran sekitar 30×50 meter persegi serta memiliki 3 lantai. Istana yang megah ini telah mengalami proses renovasi dan rekonstruksi sehingga bisa sampai sebesar sekarang. Namun, masih tetap menampilkan kekhasan bentuk aslinya. Halamannya amat luas dan Anda bisa melihat 13 koleksi meriam kuno dari Portugis dan Perancis di tiap sisinya. Terdapat pula anjungan di bagian depan yang dulunya sering digunakan sultan untuk bersantai sambil menikmati keindahan sungai di dekatnya tersebut.

Anda juga bisa melihat lonceng besar yang digunakan sebagai alarm untuk memperingatkan jika terjadi hal-hal darurat. Di pintunya, Anda bisa melihat hiasan seperti mahkota dengan 3 ukiran yang menyerupai bentuk bintang dan bulan. Ukiran tersebut melambangkan agama islam. Di dalamnya terdapat balai pertemuan yang didominasi oleh warna kuning. Kenapa demikian? Karena menurut adat Melayu, warna kuning adalah warna yang melambangkan kewibawaan dan tingginya budi pekerti suatu kaum. Balai ini selalu dijadikan tempat upacara keagamaan serta untuk menerima tamu sultan. Anda juga dapat melihat beberapa foto para sultan Pontianak serta lambang dari kesultanannya sendiri. Jangan lupa untuk melihat bentuk singgasana sultan dan permaisurinya, ya. Anda pasti akan mengaguminya.

Sekian info wisata dari Istana Kadriyah. Di sana Anda dapat belajar budaya yang ada di Pontianak dan melihat berbagai koleksi sang sultan. Jangan lupa untuk berbagi pengalaman dengan teman Anda. Salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY