Mengintip Budaya Rumah Adat Gorontalo

0
2404

Mengintip Budaya Rumah Adat Gorontalo – Gorontalo merupakan provinsi muda di Indonesia yang berada di urutan 32. Sebelumnya, Gorontalo masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Namun, karena beberapa hal, pada 2000, akhirnya resmi menjadi wilayah mandiri. Di Provinsi ini terdapat berbagai objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah objek wisata budaya. Yang termasuk di dalamnya, seperti Rumah Adat Gorontalo ini.

DUA JENIS RUMAH ADAT

Rumah adat Gorontalo memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu Bandayo Poboide dan Dulohupa. Rumah adat Gorontalo yang pertama dapat Anda temui di rumah dinas Bupati Gorontalo, sedangkan yang kedua berada di balai desa Kelurahan Limba. Kedua jenis rumah adat ini kalau dicermati secara keseluruhan, arsitekturnya banyak dipengaruhi kebudayaan islam yang tumbuh serta mengakar di wilayah Gorontalo dulu kala.

RUMAH ADAT BANDAYO POMBOIDE

Bandayo berarti gedung atau bangunan, sedangkan Pomboide artinya tempat untuk bermusyawarah. Bangunan ini dulunya memiliki fungsi sebagai gedung tempat bermusyawarah dan pelaksanaan pagelaran budaya Gorontalo. Dalam bangunan rumah adat ini terdapat banyak sekat, sehingga terdapat beragam ruang dengan fungsi yang berbeda. Rumah adat asli Gorontalo jenis ini jumlahnya tidak banyak lagi dan sulit untuk dijumpai. Namun, Anda dapat menemukannya di sekitar Jalan Pulau Kalengkoan, Jalan Agus Salim, Jalan Trans Limbotoisimu, Kelurahan Biawau, dan Kelurahan Huangobotu.

RUMAH ADAT DOLUHUPA

Rumah adat ini dikenal sebagai Hulondohalo oleh masyarakat setempat. Namanya sendiri berarti mufakat. Sesuai dengan namanya, dulunya bangunan ini dijadikan tempat bermusyawarah, sama fungsinya dengan rumah adat Bandayo Pomboide. Selama masa pemerintahan raja-raja, Dulohupa juga difungsikan sebagai ruang pengadilan untuk memvonis para penghianat dengan beberapa aturan yang unik. Saat ini fungsinya sudah bergeser sebagai tempat untuk melaksanakan upacara pernikahan dan upacara lainnya.

Seperti rumah adat lainnya, Doluhupa memiliki bentuk rumah panggung dengan pilar kayu yang dihias. Bagian yang ada di rumah ini berupa, bagian atap dari jerami, tidak ada sekat di bagian dalam rumah, dan juga terdapat anjungan bagi raja serta kerabat istana. Bagian yang khas dari rumah ini adalah tangga depannya yang berada di masing-masing sisi dan dkenal dengan nama Tolitihu.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Rumah adat Dulohupa terletak di Kelurahan Limba U2, Kota Selatan, Gorontalo. Sementara Bandayo Pomboide berada di Jalan Jenderal Sudirman, Limboto. Untuk menuju ke lokasi, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan dengan ongkos sekitar Rp60.000-Rp500.000,- untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Anda juga bisa menggunakan kendaraan umum dengan ongkos lebih murah, yaitu sekitar Rp3.000-Rp10.000,-.

Sekian referensi wisata dari rumah adat Gorontalo. Semoga Anda puas dengan informasi tersebut. Selamat berlibur dan Salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY