Pendopo, Kediaman Gubernur Belanda Yang Melegenda

0
486

Pendopo, Kediaman Gubernur Belanda Yang Melegenda –  Pendopo Gubernur terletak di kota Banda Aceh. Tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah yang dulunya dipakai sebagai kediaman gubernur Belanda. Gedung ini dibangun pada tahun 1880 dan merupakan pembangunan yang paling megah pada saat itu. Gedung tersebut dibangun atas inisiatif Letnan Jenderal Karel van Heijden agar semua kegiatan administrasi pemerintah Belanda di Aceh dan daerah jajahannya berjalan lancar. Saat ini gedung tersebut tetap digunakan sebagai rumah dinas oleh para Gubernur Aceh.

WISATA

Di tahun 1987, gedung tersebut diganti namanya dengan Meuligo Aceh yang artinya Mahligai Aceh. Saat terjadi tsunami beberapa tahun lalu, bangunan ini tidak mengalami kerusakan sama sekali. Karena bangunan yang berdiri kokoh ini jaraknya cukup jauh dari bibir pantai. Anda dapat menikmati pemandangan di luarnya. Arsitekturnya dari luar sebagian besar masih dipertahankan. Karena tidak terbuka untuk umum, Anda hanya diperbolehkan untuk melihat dari sisi luar bangunan. Di dalam kompleks gedung ini, ada sungai kecil yang bermuara di Krueng Aceh yang dulunya dimanfaatkan untuk menghubungkan jalur dari gedung ke daerah lain dengan sekoci kapal perangnya.

Anda dapat bertanya apapun yang ingin Anda tanyakan kepada pemandu wisata yang tahu benar akan daerah tersebut.

KELILING DAN BELANJA

Ketika sudah menikmati wisata di pendopo tersebut, Anda bisa berkeliling kota dengan ojek ataupun becak motor. Hanya dengan tarif Rp10.000 sampai dengan Rp30.000,- saja. Mampir ke ruko souvenir di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh yaitu di Rencong Aceh, Putra Aceh, dan AD Souvenir. Dapatkan souvenir dengan harga mulai dari Rp5.000-Rp50.000,-. Anda juga bisa menawar harga terebut.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Pendopo ini terletak di ujung Jalan Sultan Mahmudsyah No.12. Anda dapat menuju kesana dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, bisa langsung menuju ke alamat yang ada. Namun, jika belum mengerti lokasinya, bisa memakai GPS ataupun bertanya dengan warga sekitar. Kalau Anda menggunakan kendaraan umum, seperti labi-labi atau becak motor, Anda bisa turun di persimpangan jalan Teuku Cik Di tiro setelah jembatan dan berjalan ke pendopo yang tidak jauh dari situ. Tarif kendaraan umum sekitar Rp3.000-Rp10.000,-.

HOTEL

Anda bisa menginap di Kuala Radja HotelJl.Tgk.Daud Beureu’eh No.187, Banda Aceh Telp.0651-29687/ 0651-636033 atau di Grand Nanggroe HotelJl.T.Imun Lueng Bata, Banda Aceh Telp.0651-35779/ 0651-35778. Di kedua hotel tersebut memiliki tarif yang berbeda. Standarnya sekitar Rp300.000 sampai Rp700.000,-. Pilih hotel yang menurut Anda nyaman dan tenang untuk beristirahat.

Jika Anda mengunjungi pendopo ini, jangan lupa membawa kamera. Karena walaupun pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam, akan tetapi untuk mengambil gambar dari luar pendopo masih diperbolehkan. Lumayan untuk kenang-kenangan. Sekedar tips, lebih baik Anda membayar ongkos kendaraan umum dengan uang pas. Supaya tidak menunggu kembalian. Jika Anda membayar dengan uang lebih, terpaksa Anda harus menunggu kembalian dan bisa jadi ongkos tersebut lebih mahal.

Selamat berlibur dan semoga liburan Anda dan keluarga kali ini berkesan dan menyenangkan!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY