Pura Penataran Sasih – Peninggalan Sejarah Pra Hindu

0
734

Pura Penataran Sasih – Peninggalan Sejarah Pra Hindu – Pura Penataran Sasih sebagai Cagar Budaya. Pura Penataran Sasih telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO. Pura ini dibangun pada zaman yang setara dengan Zaman Dongson di Negeri Tiongkok. Pura ini memiliki berbagai sejarah panjang. Pura Penataran Sasih merupakan salah satu dari Pura Kahyangan Jagad. Pura ini terletak di Banjar Intaran, Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar. Pura ini banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara baik bertujuan untuk penelitian atau sekadar berkunjung untuk melihat-lihat pura tersebut.

Daya Tarik Wisatawan

Daya tarik dari Pura Penataran Sasih juga karena adanya nekara perunggu yang diberi nama “Bulan Pejeng”. Banyak peninggalan sejarah berupa patung-patung dan pusaka yang tersimpan di sekitar Desa Pejeng. Nekara perunggu yang ada di Pura Penataran Sasih merupakan peninggalan sejarah zaman kuno pra Hindu. Kemenarikan lain dari pura tersebut juga akan memberi pengalaman spiritual kepada Anda jika berkunjung ke sana.

Bulan Pejeng merupakan ikon dari Pura Penataran Sasih yang sangat terkenal. Tinggi nekara ini adalah 186,5 cm dengan garis tengah 160 cm. bulan Pejeng berupa lingkaran yang memiliki hiasan berbentuk “kedok mukda” yang berpasangan dengan mata besar membelalak, telinga panjang, memakai anting terbuat dari uang kepeng, dengan hidung berbentuk segitiga. Nama pura sendiri juga diambil dari nekara tersebut. Kata “sasih” yang berarti bulan dan “bulan pejeng” berarti bulan jatuh ke bumi.

Keindahan Budaya

Pura Penataran Sasih sebagaimana dengan pura-pura lain di Bali, memiliki desain arsitektur menawan dan khas. Terlihat adanya keuletan, keterampilan, ketekunan, dan teknik tinggi dalam mendesain pura tersebut. pura tersebut terdiri atas lima paleban, yaitu Pura Penataran Sasih sebagai pura induk, di bagian timur ada Pura Taman Sari, Pura Ratu Pasek, dan Pura Bale Agung. Di bagian selatan ada Pura Ibu, sedangkan di bagian jeroan terdapat beberapa pelinggih dan di bagian luar ada bangunan Padma Kurung untuk menyimpan Sang Hyang Jaran.

Di Pura Penataran Sasih juga terkenal dengan tarian sakral yaitu tarian jaran untuk meghormati Sang Hyang Jaran. Tarian ini dipentaskan pada upacara besar Ngenteg Linggih dan Caru Balik Sumpah. Keunikan lain ketika Anda berkunjung ke Pura Penataran Sasih, Anda akan mencium bau dupa. Selain itu Anda juga akan melihat payung yang digunakan sebagian bangunan pura dan kain berwarna kuning yang melilit payung atau sebagian pura.

Transportasi dan Akomodasi

Akomodasi dan Fasilitas sekitar Pura Penataran Sasih sangatlah lengkap. Tidak jauh dari pura utama, banyak toko-toko cinderamata serta area parkir yang luas. Sedangkan Penataran Sasih berjarak sekitar 26 km dari Denpasar, Bali. Lokasinya berdekatan dengan Bale Banjar Intaran. Pejeng, di jalan Raya Tampak Siring. Mengingat lokasinya yang dekat dengan kota Denpasar tentu akan sangat banyak penginapan atau hotel yang bisa Anda pilih.

Jika Anda dari Denpasar dapat melalui jalan Raya Singapadu menuju jalan Veteran, hingga ke jalan Raya Tampak Siring, di mana Pura Penataran berada. Pura dibuka untuk pengunjung setiap hari pada jam 07.00-18.00 WITA. Tidak ada tiket masuk pura, akan tetapi Anda diberi kebebasan memberi dana perawatan secara sukarela.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY