Rumah Adat Betang dan Budayanya

0
574

Rumah Adat Betang dan Budayanya – Rumah Betang merupakan sebuah rumah tradisional yang menjadi identitas Suku Dayak. Rumah ini banyak ditemukan dengan jumlah yang cukup banyak di daerah hulu sungai. Akan tetapi, di Pontianak sudah ada objek wisata Rumah Betang. Jadi Anda tidak perlu jauh-jauh mencarinya. Walaupun hanya berupa replika, namun bentuk serta sisinya menyerupai aslinya. Hal tersebut memudahkan wisatawan untuk lebih mengenal sisi kebudayaan yang ada di Kalimantan Barat.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Rumah Adat Betang berada di Jalan Jendral Sutoyo, Pontianak. Rumah ini berada tepat di sebelah Perpusda (Perpustakaan Daerah) dan Kantor Polres. Jaraknya dari pusat kota tidak terlalu jauh dan dari rumah dinas gubernur Kalimantan Barat sekitar 100 meter. Untuk mencapai lokasi wisata, Anda bisa menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Dengan menggunakan angkot berwarna merah muda jurusan Ahmad Yani Anda sudah bisa sampai di lokasi. Walaupun harus berhenti di Jalan Jendral Sutoyo dan selanjutnya Anda berjalan kaki ke lokasi Rumah Betang, dijamin pemandangan kota tidak akan membuat Anda kelelahan. Ongkos untuk kendaraan umumnya sekitar Rp3.000,-.

Selanjutnya bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, ambil rute yang dimulai dari Jalan Tanjung Pura, jalan utama di pusat kota Pontianak. Kemudian belok kanan menuju Jalan Perintis Kemerdekaan-Belok Kanan-Jalan Pahlawan-Jalan Veteran-Simpang Tiga-Belok Kiri-Jalan Ahmad Yani-Berputar di Bundaran-Belokkan Ketiga Belok Kanan-Jalan Jendral Sutoyo-Putar Lagi-Rumah Betang berada di kanan jalan.

RUMAH BETANG

Rumah Betang adalah tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Karena rumah ini didesain memanjang, tak jarang jika banyak yang menyebutnya rumah panjang. Rumah ini terbuat dari kayu ulin dan memiliki struktur yang menarik, dimana kayu penyangga di bagian bawah rumah berukutan sangat besar hampir sepelukan lengan orang dewasa. Tiang penyangganya setinggi 2 meter dan bisa dilewati tanpa harus menunduk di bawahnya. Bentuk panggungnya diadaptasi dari letak rumah sesungguhnya yang berada di hulu sungai. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika keadaan air pasang dan menyebabkan banjir.

Tidak seperti rumah kebanyakan yang diisi satu keluarga, rumah ini menjadi tempat tinggal lebih dari satu kepala keluarga. Bahkan pada jaman dulu, Rumah Betang ditempati 60 kepala keluarga. Pembagian tempat pada tiap keluarga dibedakan dengan sekat yang menyerupai kamar di dalam rumah. Di dalam replika Rumah Betang ini sendiri terdapat 8 buah kamar yang dibatasi oleh sekat.

WISATA EDUKASI DAN BUDAYA

Saat Anda memasuki rumah Betang ini, Anda akan menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu ulin. Anak tangga tersebut berjumlahh 3 buah dan diletakkan di 2 sisi rumah. Rumah Betang ini harus menghadap ke timur di bagian hulunya dan menghadap ke barat untuk bagian hilirnya. Sebab, hal tersebut melambangkan kerja keras masyarakat etnis Dayak yang bekerja sejak matahari terbit sampai kembali ke rumah saat matahari terbenam. Terdapat aula yang menjadi tempat pertemuan para penghuni rumah Betang. Tempat ini menjadi aktifitas penduduk, mulai dari bercengkrama, mengayam dan melakukan kegiatan lainnya. Di sini juga diadakan kegiatan dan acara adat suku Dayak.

Hampir di tiap bagian dinding di rumah ini, Anda bisa melihat lukisan khas Suku Dayak yang sangat menawan hati. Seni serta budayanya sangat terasa di rumah Betang ini. Pastikan Anda datang saat diadakannya festival adat dan budaya Dayak, seperti naik dango dan perayaan pesta panen padi. Berbagai sanggar kesenian juga menggunakan rumah ini sebagai tempat berlatih.

Jangan lupa untuk bertanya kepada pengurus rumahnya tentang budaya yang ada di suku Dayak, sehingga Anda bisa mendapat berbagai pengetahuan tentang suku asli dari Kalimantan, yaitu suku Dayak. Semoga liburan Anda menyenangkan, salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY