Tapa Kolo – Wisata Kuliner Khas Manggarai Timur NTT

0
1998

Tapa Kolo –  Setelah menikmati waktu untuk wisata di kabupaten Nagekeo biasanya para wisatawan mengunjungi indahnya 17 Pulung Riung yang terdapat di kabupaten Ngada dan kampung adat Bena, gnung Inerie dan air panas Soa. Kemudian wisatawan mengunjungi daerah Manggarai Timun untuk melihat batu susu Rongga, padang savana Mausui serta menikmati pantai Mbolata serambi menyaksikan warga lokal dalam membuat tuak atau yang disebut juga dengan moke khas dari Manggarai Timur.

Ambil tempat untuk bermalam dan beristirahat di Manggarai Timur sambil mencicipi nikmatnya makanan khas warga lokal. Jika kamu adalah satu dari ribuan orang yang memiliki hobi wisata kuliner, maka tidak sempurna jika belum merasakan jenis kuliner khas Manggarai Timur NTT ini yang bernama “tapa kolo”.

Makanan Khas Tapa Kolo

Tapa kolo adalah nasi bumbu bakar yang menjadi ciri khas tersendiri dari Manggarai Timur NTT. Makanan tapa kolo ini merupakan makanan khas yang hingga kini tidak pernah punah. Nama tapa kolo berasal dari kata tapa yang berarti bakar dan kolo yang berarti nasi bambu. Cara membakarnya adalah dengan menggunakan alat bantu yaitu bambu kecil. Sudah menjadi tradisi masyarakat Manggarai Timur untuk memasak nasi menggunakan bumbu pada acara syukuran tiap tahunnya dirumah adat gendang, dipersawahan, dikebun untuk mengawali tanam padi, tanam jagung maupun tanaman lainnya dan acara-acara khas besar dan penting lainnya dikampung-kampung.

Keunikan Makanan Khas Tapa Kolo

Hal unik dari kehadiran kuliner khas tapa kolo ini adalah bahannya yang berasal dari beras merah yang disebut juga dengan “Dea Laka” oleh masyarakat lokal.  Caranya yaitu beras yang telah dibersihkan dimasukkan kedalam sebuah bambu yang berukuran kecil akan tetapi lubang dari bambu yang berukuran kecil tersebut dialasi menggunakan daun enau yang masih muda. Hal ini dimaksudkan  agar nasi yang dimasak didalamnya tetap bersih. Terkadang masarakat juga menvariasikan masakan tersebut dengan mencampurkan daging ayam dan daging babi dengan tujuan agar rasanya lebih enak.

Setelah semuanya siap lalu dibakar dengan api sekitar satu atau satu setengah jam. Sementara sebagian warga membakarnya, para wanita menyiapkan bumbu dan memasak daging ayam dan babi. Menyantap tapa kolo semakin terasa nikmat dilengkapi dengan masakan daging ayam bersantan yang telah dimasak dan dihidangkan secara istimewa.

Tapa kolo sebagai warisan leluhur yang menjadi makanan khas masyarakat Manggarai Timur yang masih dipertahankan hingga sekarang adalah salah satu jenis dari wujud nyata penghargaan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap nenek moyangnya. Ciri khas tapa kolo yang unik dan memiliki rasa tersendiri karena keunikan pengolahannya pula menjadi sebuah fenomana kuliner yang lain dari yang lain. Jangan lewatkan untuk mencoba saat berkunjung ke daerah Manggarai Timur di provinsi Nusa Tenggara Timur.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY