Wisata Rohani di Masjid Sultan Riau

0
772

Wisata Rohani di Masjid Sultan Riau – Masjid Sultan Riau merupakan sebuah masjid bersejarah yang ada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Kesultanan Johor-Riau beberapa abad yang lalu. Masjid inipun juga sering disebut sebagai Masjid Pulau Penyengat yang menjadi ikon penting di Kepulauan Riau. Jadi, kalau Anda sedang berkunjung ke Pulau Penyengat, silahkan mampir juga ke tempat wisata rohani ini.

SEJARAH

Pada awalnya, masjid ini merupakan bangunan yang sederhana. Bangunannya hanya berbahan kayu dengan dua lantai batu bata serta memiliki menara setinggi 6 meter. Pada 1 Syawal 1248 H atau sekitar abad ke 1832 M, Raja Abdurrahman, Yang Dipertuan Muda Riau VII memerintahkan untuk merenovasi masjid. Renovasi tersebut dilakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME yang memberi kemakmuran bagi penduduk Pulau Penyengat.

DESKRIPSI

Masjid Sultan Riau masih sangat terawat, dengan perpaduan warna hijau dan kuning yang menjadi satu. Ukurannya sendiri kurang lebih 54 x 32 meter dengan luas bangunan induk sebesar 29,3 x 19,5 meter. Kalau berkunjung kesini, Anda akan melihat kubah yang berjumlah tiga belas yang sangat megah serta keempat menara setinggi 18,9 yang juga sama megahnya.

KEINDAHAN KUBAH

Kubah di Masjid Sultan Riau ini tersusun secara bervariasi dan dikelompokkan menjadi empat dan tiga kubah. Yang membuat unik disini adalah jumlah kubah dengan menara jika ditotalkan adalah 17, melambangkan jumlah rakaat shalat. Keunikan lainnya lagi adalah bahwa masjid ini merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan kubah, walaupun sampai sekarang belum diketahui dari mana arsitektur yang membangun masjid ini berasal.

KOLEKSI DAN KEUNIKAN

Karena pengunjungnya datang dari berbagai negara tetangga, sudah bisa dipastikan bahwa masjid ini memiliki keunikan serta koleksi yang menarik. Yang pertama adalah, terdapat 7 pintu dengan 6 jendela serta dilengkapi tempat wudhu. Di sisi kanan dan kirinya juga terdapat rumah soto yang dijadikan tempat berkumpul atau berbuka  bersama ketika bulan Ramadhan. Mimbar kayu jati dari Jepara merupakan salah satu bukti bahwa masjid ini senantiasa mempertahankan fungsi aslinya. Di dekatnya dapat Anda jumpai sepiring pasir dari Mekkah, permadani Turki serta lampu kristal yang salah satunya, yang ada di bagian kubah, adalah hadiah dari Kerajaan Prusia, Jerman.

Koleksi menarik lainnya adalah kitab suci kuno dengan jumlah 300 buah serta tertata rapi di lemari yang ada di sayap kanan depan masjid. Dua mushaf Al-Qur’an dengan tulisan tangan di peti kaca yang ada di depan pintu masuk adalah tulisan tangan Abdurrahman Stambul yang pernah belajar di Turki.

LOKASI DAN TRANSPORTASI

Masjid Sultan Riau ini berada di Pulau Penyengat. Untuk menuju ke sana, Anda bisa menggunakan jalur udara dari berbagai kota dan turun di Bandara Internasional Hang Nadim, Kepulauan Riau. Anda pun bisa menggunakan jalur laut dari Singapura atau Malaysia sampai ke Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Terdapat banyak kapal motor yang akan membawa Anda ke Tanjungpinang maupun sebaliknya. Kalau Anda sudah sampai di Tanjungpinang, silahkan menggunakan kapal motor lagi sekitar 20 menit untuk sampai ke pelabuhan Pulau Penyengat. Ongkosnya mulai dari Rp20.000/orang.

Masuk ke Masjid Sultan Riau ini Anda tidak akan dikenai biaya tiket, namun di sana terdapat kotak amal sumbangan. Sempatkan untuk bersedekah semampu Anda. Jadi tidak sia-sia bukan kunjungan Anda ke sana. Salam ransel!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY